Uncategorized

Ini Dia Review Singkat Fujifilm XA3, Kamera Canggih untuk Entry Level

Tidak semua orang puas dengan hasil foto selfie yang diambil dari smartphone. Bagi mereka, ada alternatif perangkat lain yang lebih menggiurkan yakni kamera mirrorless dengan layar putar. Mengapa kamera mirrorless? Selain karena ukuran yang lumayan kecil serta bobotnya yang ringan, kamera jenis mirrorless ini juga dapat diganti lensanya sehingga fleksibel karena dapat juga digunakan untuk berbagai kebutuhan lainnya. Setelah sukses dengan seri X-A2, Fujifilm kini meluncurkan generasi kamera mirrorless penerusnya yakni X-A3. Dibandingkan dengan X-A2, Fujifilm X-A3 memiliki beberapa perubahan signifikan seperti layar putar yang kini mendukung sentuhan, desain grip yang sedikit lebih besar dari sebelumnya serta tambahan beberapa mode pemotretan baru dan fitur-fitur yang lebih canggih. Pada artikel kali ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang produk Fujifilm XA3 ini. Mari kita mulai.

Kamera FUJIFILM X-A3 + LENSA Kit 16-50MM / Fujifilm XA3 XA 3 ...

Dirancang Khusus untuk Selfie

Untuk mempermudah proses selfie, maka pihak pengembang telah melengkapi Fujifilm X-A3 dengan layar putar seperti pada pendahulunya. Fungsi dari layar sentuh ini adalah untuk menavigasi menu atau menentukan area fokus saat kita sedang menghadap ke arah layar. Jadi kita tidak perlu lagi membalikkan kamera hanya untuk mengganti setting. Saat mengambil selfie, kamu tinggal memutar layar dan menariknya ke depan. Di sini kamu bisa langsung mengatur bagaimana kamera akan menjepret. Kamu bisa memilih timer atau penghitung waktu sebelum kamera menjepret. Tidak cuma itu saja, Fujifilm X-A3 juga dilengkapi dengan fitur Buddy Timer, Smile Detection dan Group Timer yang semuanya berfungsi untuk mempermudah proses selfie.

Desain Ringkas

Dilihat dari tampilan fisik, sepertinya tidak banyak yang berubah dari X-A3 jika dibandingkan dengan X-A2. Desainnya tetap bernuansa retro disertai dengan lapisan kulit di bagian depan. Untuk X-A3, lapisan kulit sintesisnya kini memiliki tekstur yang sedikit berbeda. Ada pula beberapa tombol yang dipindahkan posisinya seperti tombol flash serta tombol on/off. Tombol putar pengatur setting yang ada di sisi kanan atas kini juga tidak selonggar di X-A2 sehingga mengurangi salah putar saat disimpan atau diambil. Saat X-A3 digunakan, nyaris tidak ada perbedaan dari sisi ergonomi jika dibandingkan dengan X-A2. Grip atau genggaman yang relatif kecil masih ditemukan di X-A3 sehingga kamera akan terasa lebih nyaman saat digunakan dengan dua tangan. Satu hal yang mengubah cara penggunaan adalah adanya layar sentuh yang memberikan alternatif tambahan saat melakukan navigasi antar menu atau mengubah fungsi. Untuk bobot, Fujifilm X-A3 ternyata lebih ringan 30 gram dari X-A3 walaupun sedang dipasangkan dengan lensa 16-50mm. Walaupun ringan, konstruksi Fujifilm X-A3 terasa cukup kokoh dan mantap. Kemudahan penggunaan masih dipertahankan dari X-A2. Ini terlihat dari susunan menu yang sederhana. Jika kamu adalah pengguna kamera Fujifilm seri sebelumnya, dijamin kamu akan langsung menguasai menu kamera ini dengan cepat.

Kebutuhan akan kamera yang ringan dengan kualitas gambar bagus terus tinggi, dan itulah yang menjadi salah satu nilai jual kamera mirrorless Fujifilm X-A3. Bagi kamu yang biasa menggunakan pocket kamera atau smartphone untuk selfie, pasti akan langsung merasakan peningkatan kualitas gambar yang cukup signifikan, apalagi jika kamu menggunakan lensa yang lebih baik. Bagi yang membutuhkan kamera mirrorless berdimensi ringkas dan ringan serta mudah dipakai dan mampu menghasilkan foto yang berkualitas bagus, maka Fujifilm X-A3 layak menjadi pilihan. Nah, apakah kamu termasuk salah satunya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *